This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, November 8, 2013

Anak Lelaki Dan Apel Busuk

Suatu ketika ada seorang anak lelaki yang rajin bekerja. Kali ini ia berencana untuk menanam pohon apel. Bibit terbaik dibeli pupuk terbaik pun juga turut dibeli.Tanpa bosan anak lelaki tadi terus merawat pohon apelnya setiap hari. Menyiram, memupuk, dan membersihkan hama dilakukannya dengan senang hati.

Usaha sang anak lelaki tadi akhirnya membuahkan hasil. Setelah pohonnya membersar, pohon itu mulai menghasilkan buah. Walaupunbelum matang benar, dapat terlihat buah yang dihasilkan adalah buah apel yang pastinya sangat enak.

Hari yang dinantipun tiba, satu demi satu buah apelnya matang. Sang anak lelaki bukan main senangnya. "Usahaku berhasil....Hore...."ucap sang anak dengan penuh suka cita.

Ya, kini apel menjadi makanannya sehari-hari. Hal itu wajar karena apelnya sangat enak. Lebih enak dari apel washington

Suatu hari ada tetangga sang anak tadi yang ingin mencicipi buah apel milik anak lelaki yang rajin tadi. Ia pun memberanikan diri untuk meminta buah apel itu ke pemiliknya.

"Wahai tetanggaku yang baik....bolehkah aku mencicipi buah apel yang itu" sambil menunjuk salah satu buah di pohon. "Kamu mau makan apel dari pohon yang aku tanam?" tanya anak lelaki. "Benar, sepertinya buah apel dari pohon yang kamu tanam sangat enak rasanya. Lihat saja warnyanya...ehmm its looks yummy..."

"Oh begitu...kalau kamu ingin makan apel kamu harus menanamnya sendiri. Lihat nih aku, setiap hari merawat pohon ini. Sendirian lagi, tanpa ada yang membantu. Usaha donk!!!Kan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah!", jawab sang anak degan penuh kesombongan. Anak lelaki tadi langsung masuk rumah dan meninggalkan tetangganya yang meminta apel. sang tetangga akhirnya pulang dengan kecewa.

Setiap hari ada saja yang tergiur dengan buah apel yang ditanam oleh anak lelaki tadi. Tetapi jawaban yang sama senantiasa diucapkannya, "Oh begitu...kalau kamu ingin makan apel kamu harus menanamnya sendiri. Lihat nih aku, setiap hari merawat pohon ini. Sendirian lagi, tanpa ada yang membantu. Usaha donk!!!Kan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah!". Para tetangga yang tergiur pun lagi-lagi pulang dengan kecewa.

Hari demi hari buah apel di gudang semakin penuh. Ternyata sang anak tidak mampu menghabiskannya sendirian. "waduh gimana nich, kalau dibiarkan terus pasti akan busuk", pikir anak lelaki tadi. Semapt terpikir untuk membarikannya kepada tetangga yang pernahb meminta buah apel darinya di waktuyang lampau. Tetapi niat itu diurungkan. "Enak saja kan aku yang menanamnya, masa diberikan begitu saja pada tetangga. No way...!

Buah apel pun coba dibawa ke pasar untuk dijual. "Wah kami ngga berani menjual buah ini, sebentar lagi busuk. Pasti jadi ngga enak lagi. Coba kamu datang beberapa hari yang lalu pasti kami beli. Its best apples taht i ever saw!" Satu demi satu penjual buah ditawari, dan jawaban yang diterima selalu sama "Wah kami ngga berani menjual buah ini, sebentar lagi busuk. Pasti jadi ngga enak lagi. Coba kamu datang beberapa hari yang lalu pasti kami beli. Its best apples taht i ever saw!". Sang anak pulang dengan rasa kecewa.

Bau yang menyengat tersebar ke seluruh kota hanya dalam beberapa hari. Ya benar, bau busuk ini dari buah-buah apel yang membusuk milik anak lelaki tadi. Bukan hanya satu, dua, atau tiga kilo yang busuk tapi apel di gudang busuk semua, (mungkin sang anak tadi tidak punya kulkas kali...jadi busukdech buahnya ). Sang anak tidak benari keluar rumah. Malu pastinya. Ia pun tak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi masalah ini.

Para penduduk resah, terutama para tetanga yang tinggal di dekat rumah sang anak karena tidak tahan bau busuk yang menyengat. Akhirnya penduduk desa meminta sang anak untuk membawa apel-apel busuknya jauh keluar kota atau sang anak harus meninggalkan kota itu.

Sang anak memilih pilihan pertama, ia membawa seluruh apel busuknya ke suatu lembah dan membuangnya di sana. Ia menyesal andaikan buah itu dibagikan ke para tetangga pasti hasilnya tidak begini.

*****
Pesan yang ingin saya sampaikan melalui cerita ini adalah Indahnya berbagi. Kita terkadang sama seperti anak lelaki tadi, merasa semua usaha kita adalah sepenuhnya milik kita, tidak ada untuk orang lain. Terkadang kita berucap, "Usaha donk kalau ingin sukses, Kerja donk...kalau ingin kaya, belajar donk...kalau ingin pintar." Ya itu sepenuhnya benar, tapi apa salahnya membagi sedikit kebahagiaan kita kepada saudara-saudara yang lain. Ini lebih baik dari pada menyimpannya di "gudang" dan membiarkannya "membusuk".

Mulai sekarang kita akan coba untuk senantiasa berbagi. Sekali lagi Ini lebih baik dari pada menyimpannya di "gudang" dan membiarkannya "membusuk".


Sumber

Wednesday, May 29, 2013

Hanya Untuk Anda Kandidat Berpengalaman!

 


The 1st Premium Job Fair For Experienced Candidates


Semakin cepat pertumbuhan perekonomian Indonesia, maka para perusahaan berkompetisi dalam mendapatkan tenaga kerja yang handal / berpengalaman untuk menempati posisi yang dibutuhkan. Menanggapi situasi ini, JobStreet.com menghadirkan sebuah acara Jobfair yang difokuskan untuk tenaga kerja yang berpengalaman.

Bagi Anda yang berpengalaman, segeralah menjadi bagian dari perusahaan - perusahan terkemuka. 

Untuk member JobStreet.com langsung Apply sekarang juga dan pastikan Anda mendapatkan interview oleh perusahaan pada saat acara berlangsung. 

Acara berlangsung :
04 - 05 Juni 2013
16.00 - 22.00
The Cone-Fx Mall
Jl. Jenderal Sudirman
Pintu Satu Senayan - Jakarta Selatan 
HTM: Rp 60.000

Syarat dan Ketentuan :
  1. Telah menjadi member JobStreet.com
  2. Telah melengkapi data Resume / CV Anda di JobStreet.com
  3. Apply posisi lowongan yang Anda inginkan pada perusahaan peserta
  4. Pastikan Anda memahami info lowongan yang dibuka oleh perusahaan peserta
  5. Pastikan Anda melamar pada posisi yang sesuai kriteria
  6. Tidak disarankan melamar pada posisi yang tidak sesuai dengan kriteria Anda
  7. Diutamakan kepada Anda yang telah memiliki pengalaman kerja dan sesuai dengan kriteria yang dicari oleh perusahaan peserta.
Informasi lebih lanjut
Email: marketing-id@jobstreet.com
Telp: 021-5700151




   TempatNon-member JobStreet.comMember JobStreet.com

The Cone-Fx Mall
Jl. Jenderal Sudirman - Jakarta
04 - 05 Juni 2013
16.00 - 22.00

Hati-hati dengan Layanan Pembesar Alat Kelamin


Ukuran alat kelamin tak dimungkiri masih menjadi salah satu parameter penting dalam seksualitas pria. Hal itu pula yang membuat sebagian kaum Adam merasa "tak puas" selalu berupaya mencari cara untuk memperbaiki ukuran kelaminnya.

Meski demikian, minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menyebabkan banyak pria terjebak pada prosedur pembesaran yang sembarangan terhadap alat kelamin. Tak semua prosedur pembesaran dapat memberikan hasil yang diharapkan, terutama pelayanan sembarangan yang tidak berdasarkan pada ilmu kedokteran. Alih-alih mendapat ukuran sesuai keinginan, layanan ini justru akan menyebabkan kerusakan permanen pada alat vital.

Spesialis urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) dr Nur Rasyid mengingatkan, kaum pria sebaiknya tidak mencari upaya untuk membesarkan alat kelaminnya. Pasalnya, alat kelamin pria dewasa sebenarnya sudah mencapai ukuran yang maksimal sehingga tidak mungkin dapat diperbesar lagi.

Kecuali pada anak dalam usia prepubertal atau sebelum memasuki usia puber, alat kelamin pria masih dapat bertumbuh sehingga masih dapat dilakukan upaya pembesaran.

"Umumnya pria setelah berusia 21 tahun, organ vitalnya sudah mengalami pematangan sempurna," ujar Nur dalam seminar media bertajuk "Disfungsi Ereksi (DE): Mengapa Pria Enggan Membicarakan serta Mengonsultasikannya ke Dokter?" di Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Hanya saja, ukuran organ vital pria dapat bertambah besar saat mengalami ereksi. Nur mengatakan, hal ini terjadi karena peningkatan suplai darah di pembuluh darah penis. Volume darah pada penis saat ereksi dapat mencapai empat kali volume darah saat penis tidak ereksi.

"Maka, jika ereksinya lancar, ukuran penis seharusnya tidak menjadi masalah karena akan membesar sendiri," kata Nur.

Sayangnya, imbuh Nur, tidak semua pria mengetahui ukuran penis yang normal. Masih banyak yang merasa ukuran yang dimilikinya kecil, padahal sebenarnya normal.

Kata Nur, ukuran penis rata-rata orang Indonesia yang dianggap cukup untuk memenuhi fungsi organ seksual mencapai 9 sentimeter saat ereksi. Maka dari itulah, pentingnya artinya kaum pria untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi yang tepat.

Berbahaya

Nur mengingatkan masyarakat akan bahaya prosedur pembesaran alat kelamin yang masih banyak ditemukan.  Upaya pembesaran penis yang berbahaya di antaranya adalah dengan melakukan penyuntikan penambahan volume di bawah kulit penis. Penambahan volume dapat dilakukan dengan menyuntikkan silikon, bahkan hingga minyak tradisional.

Nur mengatakan, pengisian volume dengan bahan berbahaya mungkin terlihat baik pada awalnya. Namun, efeknya tidak akan lama. Paling lama sekitar enam sampai dua belas bulan. Setelahnya, bentuk dan kulit penis bisa mengalami kerusakan.

"Mungkin mirip dengan penyuntikan silikon di dada atau wajah. Jika sembarangan, tentu akan buruk hasilnya. Melakukannya pada organ vital akan berakibat kerusakan fungsi dari alat vital," paparnya.

Sumber : Kompas